blog-img
20/06/2026

Minuman Keras Jadi Ancaman Nyata Generasi Bangsa

Sindy Aulia Suryana | Artikel

Penulis: Muhammad Nur Hidayat

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, ancaman terbesar bagi generasi muda bukan hanya soal kemiskinan atau minimnya pendidikan, tetapi juga maraknya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba. Keduanya hadir layaknya racun yang perlahan merusak masa depan, menghancurkan moral, kesehatan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Minuman keras sering dianggap sebagai simbol pergaulan dan pelarian dari masalah. Padahal, di balik sesaat kesenangan itu, tersimpan dampak yang sangat berbahaya. Banyak tindak kriminal, kecelakaan, kekerasan, hingga konflik sosial berawal dari hilangnya kesadaran akibat konsumsi miras. Begitu pula narkoba, yang tidak hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan cita-cita dan masa depan seseorang secara perlahan.

Contohnya di wilayah Ciputat, kami dari organisasi mahasiswa Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) yang berada di Jakarta melihat masih banyak peredaran minuman keras yang dilakukan secara terang-terangan. Bahkan tidak sedikit berkedok sebagai penjual jamu maupun toko kelontongan. Di balik itu terdapat khamar yang diperjualbelikan secara bebas. Fenomena ini tentu sangat memprihatinkan dan menjadi persoalan serius yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah setempat.

Sangat disayangkan, lemahnya pengawasan membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam memberantas peredaran miras tersebut. Tidak sedikit pula muncul dugaan bahwa ada oknum yang membiarkan bahkan berpotensi bersekongkol dengan pengedar. Jika hal ini benar terjadi, tentu menjadi pukulan besar terhadap kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum.

Kami dari Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) dengan tegas mengecam segala bentuk peredaran minuman keras maupun khamar di tengah masyarakat. Selain merusak kesehatan dan masa depan generasi muda, khamar juga bertentangan dengan nilai moral, norma sosial, dan ajaran Islam yang secara jelas mengharamkannya karena sifatnya yang menyesatkan serta membawa banyak mudarat bagi kehidupan.

Pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui razia sesaat atau himbauan semata. Dibutuhkan tindakan nyata, pengawasan yang serius, serta keberanian aparat dan pemerintah dalam menindak para pelaku tanpa pandang bulu. Selain itu, edukasi kepada generasi muda juga harus diperkuat agar mereka tidak terjerumus dalam lingkungan yang merusak masa depan.

Kita harus sadar bahwa perang melawan miras dan narkoba bukan sekadar tugas individu tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Karena ketika satu generasi rusak akibat miras dan narkoba, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan mereka, tetapi juga masa depan bangsa.

Populer