KMIK Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas kader melalui SADAYA (Sekolah Soft Skill KMIK Jakarta) ke-5 dengan tema Pelatihan Bahasa Mandarin dan Korea. Kegiatan ini dilaksanakan di Basecamp KMIK Jakarta dan diikuti oleh kader, anggota, serta pengurus yang antusias untuk memperluas wawasan dan keterampilan berbahasa asing.
SADAYA merupakan program pengembangan soft skill yang diinisiasi oleh KMIK Jakarta sebagai ruang belajar bersama bagi kader untuk meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Pada penyelenggaraan yang kelima ini, KMIK Jakarta menghadirkan pelatihan bahasa asing sebagai upaya membuka wawasan peserta terhadap peluang pendidikan, karier, dan interaksi global.
Materi pertama disampaikan oleh Rahman Abdul Aziz Ssaem yang membawakan pengenalan Bahasa Korea. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenal dasar-dasar huruf Hangul, cara membaca, serta berbagai ungkapan sederhana yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dengan metode penyampaian yang interaktif, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung pelafalan beberapa kosakata dan kalimat dasar.
Pada sesi berikutnya, Abid Al Ghifary menyampaikan materi mengenai Bahasa Mandarin. Peserta diperkenalkan pada kosakata dasar, ungkapan perkenalan, serta beberapa aspek penting dalam pengucapan Bahasa Mandarin. Selain itu, Abid juga menjelaskan bagaimana penguasaan Bahasa Mandarin dapat menjadi salah satu keterampilan yang bernilai di tengah perkembangan hubungan internasional dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai namun tetap produktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi, serta keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai bahasa asing, peserta juga mendapatkan motivasi untuk terus mengembangkan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Sebagai program yang mengedepankan pembelajaran yang dekat dan inklusif, SADAYA tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga ruang membangun kebersamaan. Setelah sesi pelatihan selesai, peserta menikmati waktu bersama melalui agenda nonton bareng dan nyate bersama yang semakin mempererat hubungan antaranggota KMIK Jakarta.