blog-img
11/07/2026

Karawang dalam Lintasan Sejarah

KMIK Official | Artikel

Karawang selama ini lebih dikenal sebagai lumbung padi nasional dan kawasan industri terbesar di Indonesia. Namun, di balik hamparan sawah yang luas dan deretan pabrik yang menjulang, tersimpan perjalanan sejarah yang membentang selama berabad-abad. Wilayah ini bukan sekadar tempat yang dilewati, melainkan ruang yang turut membentuk perjalanan peradaban Nusantara.

Berangkat dari semangat untuk menghadirkan sejarah Karawang kepada masyarakat secara lebih utuh, Keluarga Mahasiswa Islam Karawang (KMIK) Jakarta melalui Pengurus KMIK Jakarta 2025 mempersembahkan buku Karawang dalam Lintasan Sejarah. Buku ini hadir sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan Karawang melalui kajian sejarah yang disusun secara naratif dan didukung oleh berbagai referensi akademik.

Pembaca akan diajak menyusuri berbagai fase penting perkembangan Karawang. Pembahasan diawali dari kondisi geografis yang menjadikan wilayah ini sebagai kawasan strategis sekaligus lumbung pangan nasional. Dari sana, pembaca kemudian diajak memahami asal-usul nama Karawang yang merekam hubungan antara alam, pelayaran, bahasa, dan peradaban yang berkembang sejak masa lampau.

Perjalanan berlanjut ke masa klasik ketika Karawang menjadi bagian dari jaringan kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Temuan arkeologis di Kompleks Percandian Batujaya menjadi bukti bahwa wilayah ini telah berkembang sebagai pusat kehidupan keagamaan dan perdagangan sejak awal Masehi. Memasuki periode Islam, peran Syekh Quro memperlihatkan bagaimana proses dakwah berlangsung secara damai dan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat di tanah Pasundan.

Tidak hanya membahas masa klasik, buku ini juga mengulas peran strategis Karawang pada masa Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung Hanyokrokusumo. Salah satu pembahasan yang menarik adalah mengenai Piagam Tembaga Kandang Sapi, sebuah artefak yang kerap disebut sebagai "akta kelahiran" Karawang, tetapi hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan dalam kajian historiografi.

Pembaca juga akan menemukan uraian mengenai dinamika pemerintahan kolonial, perubahan pusat administrasi ke Purwakarta, hingga lahirnya kembali identitas Karawang sebagai daerah yang memiliki posisi penting dalam perjuangan bangsa. Puncaknya adalah pembahasan mengenai Peristiwa Rengasdengklok yang menjadi salah satu momentum paling menentukan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Lebih dari sekadar menyusun kronologi, Karawang dalam Lintasan Sejarah mengajak pembaca memahami bagaimana ruang, kekuasaan, budaya, dan identitas terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Buku ini menawarkan cara pandang bahwa sejarah Karawang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia.

Buku ini layak menjadi bacaan bagi akademisi, guru, mahasiswa, pelajar, pegiat sejarah, maupun masyarakat umum yang ingin mengenal Karawang secara lebih mendalam. Di tengah terbatasnya literatur yang membahas sejarah Karawang secara komprehensif, kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi untuk terus mencintai dan merawat warisan sejarah daerah.

Informasi Buku

Judul: Karawang dalam Lintasan Sejarah
Penulis: Pengurus KMIK Jakarta 2025
Penerbit: Basapta Press
Ukuran: 14 × 21 cm
Jumlah Halaman: 160 halaman
QRCBN: 62-9127-3197-369
Harga: Rp70.000

Populer