blog-img
20/08/2026

Buku Karawang dalam Lintasan Sejarah

KMIK Official | Resensi Buku

Karawang bukan sekadar nama sebuah kabupaten di pesisir utara Jawa Barat. Ia merupakan ruang sejarah yang panjang, tempat alam, kekuasaan, peradaban, dan perjuangan saling bertaut dalam membentuk identitasnya. Dari dataran aluvial yang dibentuk Sungai Citarum hingga jejak candi kuno di Batujaya; dari pelabuhan dagang yang disebut dalam catatan Tiongkok kuno hingga panggung revolusi di Rengasdengklok—Karawang adalah simpul berbagai peristiwa yang terus meninggalkan jejak hingga hari ini.

Buku Karawang dalam Lintasan Sejarah mengajak pembaca menelusuri lapisan demi lapisan perjalanan wilayah ini. Pembahasan dimulai dari kondisi geografis yang menjadikan Karawang sebagai salah satu wilayah penting dalam pertanian dan lumbung padi nasional, kemudian berlanjut pada dinamika toponimi yang merekam hubungan antara rawa, pelayaran, dan pertemuan berbagai peradaban. Nama “Karawang” tidak sekadar menjadi sebuah sebutan, tetapi juga merefleksikan interaksi antara alam, bahasa, dan perjalanan sejarah Nusantara.

Jejak masa klasik ditelusuri melalui peran Karawang dalam jaringan kekuasaan Kerajaan Tarumanegara serta temuan arkeologis di kawasan Batujaya yang memperlihatkan pentingnya wilayah ini sebagai pusat spiritual dan perdagangan sejak masa awal. Memasuki era Islam, perjalanan dakwah Syekh Quro menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi kultural yang turut mewarnai sejarah Pasundan.

Perjalanan sejarah Karawang kemudian berlanjut pada masa Mataram ketika Sultan Agung Hanyokrokusumo menjadikan Karawang sebagai salah satu basis penting dalam strategi ekspansinya. Pembahasan mengenai Piagam Tembaga Kandang Sapi turut membawa pembaca pada persoalan historiografi yang menarik, mempertemukan catatan kolonial, ingatan kolektif, dan artefak yang keberadaannya hingga kini menjadi bagian dari perdebatan sejarah Karawang.

Memasuki masa kolonial, buku ini merekam perubahan administrasi dan pemerintahan, termasuk perpindahan pusat pemerintahan ke Purwakarta serta dinamika identitas antara kawasan pesisir yang agraris dan wilayah selatan yang berkembang sebagai kawasan perkebunan.

Puncaknya, Karawang kembali memainkan peran penting dalam sejarah nasional melalui perjuangan kemerdekaan, terutama Peristiwa Rengasdengklok yang menjadi salah satu momentum penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Disusun secara naratif-analitis dengan dukungan berbagai referensi akademik, Karawang dalam Lintasan Sejarah tidak hanya menyajikan rangkaian peristiwa secara kronologis, tetapi juga mengajak pembaca memahami perubahan ruang, kekuasaan, masyarakat, dan identitas Karawang dari masa ke masa.

Buku ini merupakan ajakan untuk melihat Karawang lebih dari sekadar wilayah yang dilalui atau dikenal sebagai kawasan pertanian dan industri. Di balik hamparan sawah, situs sejarah, dan geliat kawasan industri, tersimpan perjalanan peradaban panjang yang menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Karawang dalam Lintasan Sejarah layak dibaca oleh akademisi, mahasiswa, pelajar, pegiat sejarah, maupun masyarakat umum yang ingin mengenal, memahami, dan merawat sejarah Karawang.

Populer